ANALISA PERANCANGAN DATABASE YANG DIGUNAKAN DALAM
PERANCANGAN SISTEM PADA UMKM
Disusun
Untuk Memenuhi
Tugas
Mata Kuliah Database Management System
Dosen
Pengampu
Budi Jejen Zaenal Abidin, S.T., M. Kom
Disusun
oleh :
Rizki
Iqbal Muladi
21051113
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
INSTITUT MANAJEMEN WIYATA INDONESIA
2022
DAFTAR ISI
c. Konsep
Dasar Sistem Informasi
d. Relasi
(relationship) Database
C. TEORI
DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)
ABSTRAK
Kebutuhan
informasi yang cepat dan akurat pada era modern seperti ini dirasa semakin
dibutuhkan oleh setiap instansi baik swasta, pemerintah, perorangan maupun
organisasi. Berbagai aspek kehidupan dan kegiatan memerlukan adanya teknologi
informasi untuk menunjang kebutuhan. Oleh karena itu teknologi informasi
merupakan bagian yang sangat penting yang tidak biasa dipisahkan dengan
peradaban dunia ini. Usaha Mikro, Kecil
dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan
ekonomi nasional. Dalam hal ini merupakan peluang bagi para pelaku Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) untuk melakukan pemasaran secara online. Ada beberapa
cara dalam merancang sebuah database pada perancangan sistem di dalam UMKM.
Pada analisa penelitian kali ini menggunakan metode studi pustaka yang
mengambil dari beberapa referensi. Metode perancangan database terdapat
beberapa yang digunakan dalam penelitian ini seperti Waterfall development,
RAD, prototype, extreme programming dan SCRUM. Memilih salah satu metode
pengembangan software yang telah dijelaskan sebelumnya membutuhkan waktu untuk
riset dan perencanaan jangka panjang.
Kata
Kunci : Perancangan
database, UMKM, metode perancangan, waterfall, RAD, prototype,
extreme programming, SCRUM
ABSTRACT
The need for fast and accurate information in this
modern era is felt to be increasingly needed by every agency, whether private,
government, individuals or organizations. Various aspects of life and
activities require the existence of information technology to support their
needs. Therefore, information technology is a very important part that is not
usually separated from this world's civilization. Micro, Small and Medium
Enterprises (MSMEs) have an important and strategic role in national economic development.
In this case, it is an opportunity for Micro, Small and Medium Enterprises
(MSMEs) to do online marketing. There are several ways to design a database on
system design in SMEs. In the analysis of this study using the literature study
method that took from several references. There are several database design
methods used in this research such as Waterfall development, RAD, prototype,
extreme programming and SCRUM. Choosing one of the previously described
software development methods requires time for research and long-term planning.
Key word : Database design, SMEs, design methods,
waterfall, RAD, prototype,
extreme programming, SCRUM
BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi saat ini sangatlah tumbuh dengan pesat.
Perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan berbagai keuntungan dan kemudahan
bagi pengguna. Berbagai aspek kehidupan dan kegiatan memerlukan adanya
teknologi informasi untuk menunjang kebutuhan. Oleh karena itu teknologi
informasi merupakan bagian yang sangat penting yang tidak biasa dipisahkan
dengan peradaban dunia ini. Selain itu tingkat eksplorasi jaringan internet sudah
semakin luas dan sudah mulai menjamah hampir seluruh wilayah Indonesia.
Dalam kondisi seperti ini kemudahan dalam berbagai hal bisa diperoleh
dari internet. Dengan adanya internet maka akan muncul berbagai macam gagasan yang
mendorong agar pelayanan di internet memberikan nilai lebih dariapa yang biasa didapatkan
di dunia nyata. Dalam hal ini merupakan peluang bagi para pelaku Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) untuk melakukan pemasaran secara online.
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dan
strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan
ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, UMKM juga berperan dalam mendistribusikan
hasil-hasil pembangunan. Seringkali jumlah UMKM yang terlalu banyak tidak dapat
di jangkau oleh masyarakat, bahkan beberapa masyarakat tidak mengetahui adanya
produk yang dihasilkan dari UMKM lokal tersebut, terutama bagi pendatang baru.
Dalam kondisi saat ini kegiatan jual beli yang ada pada UMKM masih kurang
berkembang, salah satunya dalam hal penjualan produk, banyak UMKM belum
menggunakan teknologi dalam hal penjualan produk yang telah mereka hasilkan,
baik itu pemanfaatan media sosial maupun aplikasi mobile.
Transaksi bisnis yang dilakukan masih secara tradisional melalui tatap
muka secara langsung atau melalui telepon. Cara seperti ini tidak begitu
efektif, karena tidak semua orang mengetahui informasi seperti nomor telepon
tempat usaha tersebut. Konsumen selalu ingin sesuatu cara pemesanan atau
pembelian yang paling mudah.
Sebagai karyawan UMKM pelayanan untuk konsumen yang tidak kalah penting adalah
ketika terjadi permintaan pelayanan dari konsumen meningkat, karyawan juga
sulit untuk membuat wadah untuk menampung kebutuhan konsumen, sehingga antrian
panjang bisa terjadi dalam situasi seperti ini. Karena memakan waktu cukup lama
untuk menunggu antrian maka konsumen ingin mencari pelayanan yang lebih cepat
di tempat lain.
Hal-hal di atas merupakan beberapa contoh permasalahan yang terjadi pada
para pelaku UMKM mau pun konsumen, dan tidak dipungkiri juga bisa mengurangi pendapatan
yang diharapkan oleh para pelaku UMKM. Dengan adanya permasalahan seperti di
atas, maka penulis ingin membuat wadah pemasaran produk atau jasa oleh para
pelaku UMKM. Begitu juga dengan konsumen yang ingin mencari produk atau jasa
yang mereka perlukan akan dengan mudah menemukannya dalam wadah tersebut.
Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan teknologi atau aplikasi
sebagai wadah bagi UMKM local dalam mengumpulkan semua produk yang dimiliki dan
dapat melakukan transaksi jual beli produk UMKM local dengan memperkenalkan
produk khas olahan UMKM sehingga produk dapat dikenal oleh masyarakat secara
luas serta dapat membantu pendatang baru dan masyarakat Indonesia dalam melakukan
pencarian produk yang diinginkan.
BAB II
STUDI PUSTAKA
A.
TEORI SISTEM INFORMASI
a.
Sistem
1. Pengertian
Sistem
Suatu sistem adalah jaringan kerja
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Jogiyanto,
1999:1). Menurut Murdik (2002) bahwa sistem adalah seperangkat elemen yang
membentuk kegiatan atau suatu prosedur atau bagian pengolahan yang mencari
suatu tujuan-tujuan bersama dengan
mengoperasikan data atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan
informasi atau energi atau barang.
2. Sasaran
atau Tujuan Sistem
Sasaran dari sistem sangat menentukan
sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem.
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran, kalau tidak mempunyai sasaran
maka operasi sistem tidak ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan
sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
Suatu sistem dikatakan berhasil bila
mengenai sasaran atau tujuannya.
b.
Informasi
1. Pengertian
Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah
menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang (Kadir, 2003:31 ). Data
merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga
perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan
informasi ( Jogiyato,1999:8 ).
Melalui suatu tahapan menjadi informasi
penerima kemudian menerima informasi tersebut membuat suatu keputusan dan
melakukan tindakan yang berarti menghasilkan satu tindakan yang lain akan
membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input
diproses kembali lewat suatu model atau tahap seterusnya membentuk satu siklus
( Jogiyanto, 1999:9).
c.
Konsep Dasar Sistem Informasi
1. Pengertian
Sistem Informasi
Terdapat beberapa
macam pengertian sistem informasi menurut para ahli,
diantaranya yaitu
sebagai berikut :
1) Menurut
Hartono (2013:16). Menurut Lippeveld, Sauerborn, dan Bodart (2000:1), sistem
informasi adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan, yang bekerja
untuk mengumpulkan dan menyimpan data serta mengolahnya menjadi informasi yang
digunakan.
2) Mulyanto
Mulyanto (2009:29) Menyatakan, “Sistem informasi merupakan suatu komponen yang
terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses,
menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu
tujuan.”
3) Menurut
Sutarman (2012:13), “Sistem informasi adalah sistem yang dapat didefinisikan
dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi
untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri
atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi)”.
4) Menurut
Sutabri (2012:46), Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi
yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi
operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu
organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
Berdasarkan beberapa pendapat yang
dikemukakan di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa
“Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari
pengumpulan,
pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan,
pengendalian dan
pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan
keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya”.
2. Komponen
Sistem Informasi
Sistem informasi
terdiri dari lima sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi.
Kelima sumber daya tersebut adalah manusia, hardware, software, data, dan
jaringan. Kelima komponen tersebut memainkan peranan yang sangat penting dalam
suatu sistem informasi. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua sistem informasi
mencakup kelima komponen tersebut. Misalnya, sistem informasi pribadi yang
tidak mencakup jaringan telekomunikasi. Mulyanto (2009 : 247)
1) Sumber
Daya Manusia
Manusia mengambil
peranan yang penting bagi sistem informasi. Manusia
dibutuhkan untuk
mengoperasikan sistem informasi. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi
dua kelompok yaitu pengguna akhir (end user) dan pakar sistem informasi.
Pengguna akhir (end user) adalah orang-orang yang
menggunakan
informasi yang dihasilkan dari sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok,
teknisi, mahasiswa, dosen, dan orang-orang yang berkepentingan dengan informasi
dari sistem informasi tersebut. Sedangkan pakar sistem informasi adalah
orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi, misalnya
sistem analis, developer, operator sistem, dan staf administrasi lainnya.
2) Sumber
Daya Hardware
Sumber daya
hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam
pemrosesan
informasi. Sumber daya hardware tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan
semua media data seperti lembaran kertas dan disk magnetik atau optikal.
3) Sumber
Daya Sofware
Sumber daya
software adalah semua rangkaian perintah (instruksi) yang
digunakan untuk
memproses informasi. Sumber daya software tidak hanya berupa program saja,
tetapi juga berupa prosedur. Program merupakan sekumpulan instruksi untuk
memproses informasi. Sedangkan prosedur adalah sekumpulan aturan yang digunakan
untuk mewujudkan pemrosesan informasi dan mengoperasikan perintah bagi
orang-orang yang akan menggunakan informasi.
4) Sumber
Daya Data
Sumber daya data
bukan hanya sekedar bahan baku untuk masukan sebuah
sistem informasi,
melainkan sebagai dasar membentuk sumber daya organisasi. Seperti yang
dijelaskan sebelumnya data dapat berbentuk teks, gambar, audio atau suara,
maupun vidio.
5) Sumber
Daya Jaringan
Sumber daya
jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, pemroses
komunikasi, dan peralatan lainnya, serta dikendalikan melalui software.
3. Tujuan
Sistem Informasi
Menurut Mustakini (2009:13), Tujuan dari
sistem informasi adalah menghasilkan
informasi
(Information) dari bentuk data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi
para pemakainya.
Tujuan sistem informasi terdiri dari Kegunaan
(Usefulness), Ekonomi (Economic), Keandalan (Realibility), Pelayanan Langganan
(Customer Service), Kesederhanaan (Simplicity), dan Fleksibilitas
(Fleksibility).
B.
TEORI DATABASE
a.
Pengertian Database
Basis data (database)
adalah suatu kumpulan data yang disusun dalam bentuk tabel-tabel yang saling
berkaitan maupun berdiri sendiri dan disimpan secara bersama-sama pada suatu
media. Basis data dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara
optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan
menggunakannya.
b.
Aturan Database
Terdapat beberapa
aturan yang harus dipatuhi pada file basis data agar dapat memenuhi kriteria sebagai
suatu basis data, yaitu :
1. Kerangkapan
data, yaitu munculnya data-data yang sama secara berulang-ulang pada file basis
data,
2. Inkonsistensi
data, yaitu munculnya data yang tidak konsisten pada field yang sama untuk
beberapa file dengan kunci yang sama,
3. Data
terisolasi, disebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data. Program
aplikasi tidak dapat mengakses file tertentu dalam sistem basis data tersebut,
kecuali program aplikasi dirubah atau ditambah sehingga seolah-olah ada file
yang terpisah atau terisolasi terhadap file yang lain,
4. Keamanan
data, berhubungan dengan masalah keamanan data dalam sistem basis data. Pada
prinsipnya file basis data hanya boleh digunakan oleh pemakai tertentu yang
mempunya wewenang untuk mengakses,
5. Integrasi
data, berhubungan dengan unjuk kerja sistem agar dapat melakukan kendali atau
kontrol pada semua bagian sistem sehingga sistem selalu beroperasi dalam
pengendalian penuh.
c.
Bagian-bagian Database
Membangun basis
data adalah langkah awal dari pembuatan sebuah aplikasi. Keberhasilan dalam
membangun basis data akan menyebabkan program lebih mudah dibaca, mudah
dikembangkan dan mudah mengikuti perkembangan perangkat lunak. Berikut ini
diuraikan mengenai komponen-komponen yang terdapat dalam basis data.
1. Tabel
Tabel adalah
kumpulan dari suatu field dan record. Dalam hal ini biasanya field ditunjukan
dalam bentuk kolom dan record ditunjukan dalam bentuk baris. Biasanya tabel
dalam Database berbentuk tabel 2 dimensi yaitu terdiri dari kolom dan baris.
2. Field
Field adalah
sebutan untuk mewakili suatu record. Misalnya seorang pegawai dapat dilihat
datanya melalui field yang diberikan padanya seperti nip, nama, alamat, dan
lain-lain.
3. Record
Record adalah
kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu isi
data secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang
seseorang misalnya, nomor daftar, nama pendaftar, alamat, tanggal masuk.
4. Primary
Key
Primary key adalah
suatu kolom (field) yang menjadi titik acuan pada sebuah tabel, bersifat unik
dalam artian tidak ada satu nilai pun yang sama atau kembar dalam tabel
tersebut, dan dalam satu tabel hanya boleh ada satu primary key (atribut yang
tidak bias di duplikasi). Contoh nya pada mahasiswa yaitu NIM
5. Foreign
Key
Foreign key atau
disebut juga kunci relasi adalah suatu kolom dalam tabel yang digunakan sebagai
“kaitan” untuk melengkapi satu hubungan yang didapati dari tabel induk, dan
biasanya hubungan yang terjalin antar tabel adalah satu ke banyak (one to
many). Contoh nya pada mahasiswa yaitu Nama (memungkinkan adanya duplikasi).
6. Index
Index adalah
struktur basis data secara fisik, yang digunakan untuk optimalisasi pemrosesan
data dan mempercepat proses pencarian data.
d.
Relasi (relationship) Database
Basis
data adalah kumpulan file yang saling berkaitan. Pada model data relasional hubungan
antar file direlasikan dengan kunci relasi (relation key), yang merupakan kunci
utama dari masing- masing file. Perancangan basis data yang tepat akan
menyebabkan paket program relasional akan bekerja secara optimal.
Relasi antara dua
file atau dua tabel dapat dikategorikan menjadi tiga macam. Demikian pula untuk
membantu gambaran relasi secara lengkap terdapat juga tiga macam relasi dalam
hubungan atribute dalam satu file.
1. One to One
Setiap baris data pada tabel pertama
dihubungkan hanya ke satu baris data pada tabel ke dua. Hubungan antara file
pertama dan file ke dua adalah satu berbanding satu.
2. One to Many/Many to One
Relasi yang mana setiap satu baris
data pada tabel pertama berhubungan dengan lebih dari satu baris pada tabel
kedua.
3. Many to Many
Relasi yang mana setiap lebih dari satu baris
data dari tabel pertama berhubungan dengan lebih dari satu baris data pada
tabel kedua. Artinya, kedua tabel masing-masing dapat mengakses banyak data
dari tabel yang direlasikan.
Relasai Many to Many akan menghasilkan tabel
ketiga sebagai perantara tabel kesatu dan tabel kedua sebagai tempat untuk
menyimpan foreign key dari masing-masing tabel.
C. TEORI DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)
Setelah
kita mengatahui apa pengertian data dan database. Database Management System
atau yang dapat di singkat DBMS merupakan software yang mengelola database,
mulai dari membuat struktur, memanipulasi, mengubah isinya, menambahkan,
mengurangi, mengontrol dan mengatur database.
DBMS
dapat digunakan untuk mengakomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki
kebutuhan akses yang berbeda-beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau
fitur-fitur yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat.
DBMS pun juga dirancang supaya bisa untuk melakukan manipulasi data secara
lebih mudah. Sebelum adanya DBMS, data umumnya disimpan dalam bentuk flat file.
Flat file merupakan file teks yang ada pada sistem operasi. Hingga saat ini pun
masih ada aplikasi yang menyimpan data dalam bentuk flat dengan cara langsung.
Apakah Microsoft Excel termasuk ke dalam
DBMS? Jawabannya adalah tidak. Karena ciri dari DBMS itu sendiri ada bahasa
yang di gunakan untuk mengelolanya. MS Excel tidak termasuk meskipun dia bisa
digunakan untuk mengolah data tetapi dia tidak masuk ke dalam DBMS, karena dia
berdiri sendiri, kita tidak dapat merelasikan tabel-tabel yang ada, meskipun
menggunakan LookUp, dsb. Tetapi itu bukan maksud dari merelasikan.
a.
Peran DBMS
1. Perantara
antara pengguna dan database
2. Memungkinkan
data untuk di bagikan
3. Menyajikan
kepada pengguna akhir dengan data yang terintegrasi
4. Menerima
dan menerjemahkan permintaan aplikasi ke dalam pengoperasian yang di perlukan
untuk memenuhi permintaan
5. Menyembunyikan
kompleksitas internal database dari program aplikasi dan pengguna
b. Kategori
1. Single-user database : hanya untuk 1 pengguna
dalam satu waktu
2. Multiuser database : untuk lebih dari 1
pengguna dalam satu waktu
·
Workgroup database, untuk pengguna dalam jumlah kecil/departments
spesifik
·
Enterprise database, untuk banyak pengguna dalam banyak departments
3. Centralized database : data yang lokasi nya
ada dalam situs tunggal
4. Distributed database : data yang ter
distribusi dalam berbagai situs
5. Operational database : di design/di bangun
untuk pengoperasian perusahaan sehari-hari
6. Analytical database : di design/di bangun
untuk meenyimpan data historis yang di gunakan secara ekslusif untuk
pengambilan keputusan taktis atau strategis.
7. XML (Extensible Markup Language)
·
Mewakili elemen data dalam format tekstual
·
Berfokus pada design struktur database yang akan digunakan untuk
menyimpan dan mengelola data pengguna akhir (end-user)
·
Database yang di rancang dengan baik (well-design database)
·
Database yang di rancang dengan buruk menyebabkan kesalahan yang sulit
di lacak
MS
Access bisa digunakan untuk single user, berbeda dengan yang lainnya bisa
multiuser. MS Access bisa bekerja secara kelompok, tapi tidak bisa digunakan
secara bersamaan. Contohnya : ketika ingin membuka db nya, harus satu persatu
membukanya, tidak bisa semua orang membuka secara bersamaan (dapat disebut juga
harus bergantian)
SQL
server, dapat dipakai ramai-ramai , tetapi secara file lebih sedikit di
bandingkan dengan Oracle/Postgres SQL. Jika ingin transaksi banyak, hardisk
dalam kapasitas yang besar, lebih baik menggunakan Oracle/Postgres SQL.
c.
Fungsi DBMS
1. Mampu mengatur hubungan antar data-data
2. Manajemen penyimpanan data : memastikan
kinerja database yang efisien dalam hal penyimpanan dan kecepatan.
3. Data transformation dan presentation : data
yang di transformasikan, bagaimana saat di tampilkan ke user nya sesuai dengan
karakter mereka. Contohnya pada penulisan tanggal di Indonesia adalah
tanggal-bulan-tahun, tetapi pada penulisan Inggris adalah bulan-tanggal-tahun
4. Security management : jangan sampai orang yang
tidak berhak mendapatkan database nya
5. Multiuser : database dapat di akses lebih dari
1 orang di manapun dan kapanpun
6. Backup and recovery management : apabila
terjadi adanya kerusakan data, maka di buat lah fungsi ini. Misalnya pada My
SQL server backup nya dalam bentuk file, SQL server sama juga dalam bentuk file
tetapi dapat membuat data duplikasi secara
otomatis.
7. Manajemen integritas data : meminimalkan
redudansi dan memaksimalkan konsistensi
8. Bahasa akses basis data dan antarmuka pemrogaman
aplikasi
·
Query language : memungkinkan pengguna menentukan apa yang harus
dilakukan tanpa menentukan caranya
·
SQL (Structured Query Language) : bahasa query de facto dan standar
akses data yang didukung oleh mayoritas vendor DBMS
9. Antarmuka komunikasi basis data : menerima permintaan pengguna akhir melalui
beberapa lingkungan jaringan yang berbeda.
D.
TEORI PEMODELAN DATABASE
Pemodelan data adalah proses menciptakan representasi
visual atau cetak biru yang menentukan pengumpulan informasi dan sistem
manajemen berbagai organisasi. Cetak biru atau model data ini membantu berbagai
pemangku kepentingan, seperti analis, ilmuwan, dan perekayasa data untuk
menciptakan pandangan terpadu mengenai data organisasi. Model tersebut
menguraikan data yang dikumpulkan oleh bisnis, hubungan antara berbagai set
data, dan metode yang akan digunakan untuk menyimpan serta menganalisis data.
a.
Jenis Pemodelan Data
Pemodelan data
biasanya dimulai dengan merepresentasikan data secara konseptual lalu
merepresentasikannya kembali dalam konteks teknologi yang dipilih. Analis dan
pemangku kepentingan membuat beberapa jenis model data yang berbeda selama
tahap desain data. Berikut ini adalah tiga jenis model data utama :
1. Model
data konseptual
Model data
konseptual memberikan gambaran besar tentang data. Model data tersebut
menjelaskan hal-hal berikut :
1) Data
dalam sistem
2) Atribut
data dan kondisi atau batasan pada data
3) Aturan
bisnis yang terkait dengan data
4) Cara
terbaik mengatur data
5) Persyaratan
keamanan dan integritas data
Model konseptual berperan sebagai jembatan
antara aturan bisnis dan sistem manajemen basis data fisik yang mendasarinya
(DBMS). Model data konseptual juga disebut sebagai model domain.
2. Model
data logis
Model data logis memetakan
kelas data konseptual ke dalam struktur data teknis. Model data logis
memberikan lebih banyak detail tentang konsep data dan hubungan data kompleks
yang diidentifikasi dalam model data konseptual, seperti berikut :
1) Jenis
data dari berbagai atribut (misalnya, string atau nomor)
2) Hubungan
antara entitas data
3) Atribut
utama atau bidang kunci dalam data
Arsitek data dan analis bekerja sama untuk
membuat model logis. Mereka mengikuti salah satu sistem pemodelan data formal
untuk membuat representasi. Tim yang tangkas kadang mungkin memilih untuk
melewati langkah ini dan berpindah dari model konseptual ke model fisik secara
langsung. Namun, model ini sangat berguna untuk mendesain basis data yang
besar, yang disebut gudang data, dan untuk mendesain sistem pelaporan otomatis.
3. Model
daya fisik
Model data fisik
memetakan model data logis ke dalam teknologi DBMS tertentu dan menggunakan
terminologi perangkat lunak. Misalnya, model data fisik memberikan detail
tentang hal-hal berikut :
1) Jenis
bidang data seperti yang ditunjukkan dalam DBMS
2) Hubungan
data seperti yang ditunjukkan dalam DBMS
3) Detail
tambahan, seperti penyetelan performa
Perekayasa data membuat model fisik sebelum
implementasi desain final. Perekayasa data juga mengikuti teknik pemodelan data
formal untuk memastikan bahwa mereka telah mencakup seluruh aspek desain.
b.
Teknik Pemodelan Data
Teknik pemodelan
data merupakan metode berbeda yang dapat Anda gunakan untuk membuat model data
yang berbeda. Pendekatannya telah berevolusi dari waktu ke waktu sebagai hasil
dari inovasi konsep basis data dan tata kelola data. Berikut ini adalah tiga
jenis pemodelan data utama :
1. Pemodelan
data hierarkis
Di pemodelan data
hierarki, Anda dapat merepresentasikan hubungan antara berbagai elemen data
dalam format seperti pohon. Model data hierarkis merepresentasikan hubungan
satu-ke-banyak, dengan pemetaan kelas data induk atau akar ke beberapa turunan.
2. Pemodelan
data grafik
Pemodelan data
hierarkis dari waktu ke waktu telah berevolusi menjadi pemodelan data grafik.
Model data grafik merepresentasikan hubungan data yang memperlakukan entitas
secara sama. Entitas dapat terhubung satu sama lain dalam hubungan
satu-ke-banyak atau banyak-ke-banyak tanpa konsep induk atau turunan.
3. Pemodelan
data relasional
Pemodelan data
relasional merupakan pendekatan pemodelan populer yang memvisualisasikan kelas
data sebagai tabel. Tabel data yang berbeda digabungkan atau dihubungkan dengan
menggunakan kunci yang merepresentasikan hubungan entitas dunia nyata. Anda
juga dapat menggunakan teknologi basis data relasional untuk menyimpan data
terstruktur, dan model data relasional merupakan metode yang sangat berguna
untuk merepresentasikan struktur basis data relasional Anda.
4. Pemodelan
data hubungan entitas
Pemodelan data
hubungan entitas (ER) menggunakan diagram formal untuk merepresentasikan
hubungan antara entitas dalam basis data. Arsitek data menggunakan beberapa
alat pemodelan ER untuk merepresentasikan data.
5. Pemodelan
data berorientasi objek
Pemrograman
berorientasi objek menggunakan struktur data yang disebut objek untuk menyimpan
data. Objek data ini merupakan abstraksi perangkat lunak entitas dunia nyata.
Misalnya, dalam model data berorientasi objek, dealer mobil akan memiliki data
objek seperti Pelanggan dengan atribut seperti nama, alamat, dan nomor telepon.
Anda akan menyimpan data pelanggan sehingga setiap pelanggan dunia nyata
direpresentasikan sebagai objek data pelanggan.
Model data
berorientasi objek mengatasi banyak batasan model data relasional dan populer
dalam basis data multimedia.
6. Pemodelan
data dimensional
Komputasi korporasi modern menggunakan
teknologi gudang data untuk menyimpan data untuk analitik dalam jumlah besar.
Anda dapat menggunakan proyek pemodelan data dimensional untuk penyimpanan dan
pengambilan data dari gudang data dengan kecepatan tinggi. Model dimensional
menggunakan data duplikasi atau redundan serta memprioritaskan performa
daripada penggunaan sedikit ruang untuk penyimpanan data.
Misalnya, pada model data dimensional, dealer
mobil memiliki dimensi seperti Mobil, Showroom, dan Waktu. Dimensi Mobil
memiliki atribut seperti nama dan merek, tetapi dimensi Showroom memiliki
hierarki seperti negara, kota, nama jalan, dan nama showroom.
BAB III
PEMBAHASAN
A.
PENELITIAN TERDAHULU
|
NO |
JUDUL |
PENULIS |
TAHUN |
METODE
YANG DIGUNAKAN |
|
1 |
Analisis
dan Perancangan Sistem Informasi e-Commerce Berbasis Web Pada UMKM Batik
Rindani Jambi |
Setiawan,
Deddy Lutfi |
2018 |
SDLC
Waterfall |
|
2 |
Analisa
Dan Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Untuk Kalangan Umkm (Bengkel
Motor) |
Arief,
Hanif Nurman Suwita,
Jaka |
2019 |
SDLC
Waterfall |
|
3 |
Desain
Prototype Sistem Jual Beli Onlime Produk UMKM Bengkalis Berbasis Android |
Saputri,
Widya Mansur |
2018 |
RAD
Prototype Development |
|
4 |
Perancangan
Sistem Informasi Penjualan Busana Muslim Berbasis Web |
Luckyardi,
S Saputra,
H Safitri,
N Cahyaningrum,
A Septiani,
D Hidayat,
R |
2021 |
Pendekatan berorientasi
objek dengan pengembangan
prototype |
|
5 |
Sistem
Informasi UMKM Bengkel Berbasis Web Menggunakan Metode SCRUM |
Prabowo,
Wahyu Adi Wiguna,
Citra |
2021 |
Agile
SCRUM Development |
|
6 |
Perancangan
Aplikasi Manajemen Persediaan Gudang Berbasis Website Pada Umkm Batik Sinuwun
Dengan Agile Scrum Development Method Design of Web-Based Warehouse
Management Application in Sinuwun Batik Sme Using Agile Scrum Development
Method |
Yumna
Majdina, Muhammad Praptono,
Ir Budi Dellarosawati,
Maria |
2020 |
Agile SCRUM Development |
|
7 |
Implementasi
Google Maps API untuk Data UMKM di Kota Palangkaraya pada Implementasi Google
Maps API untuk Data UMKM di Kota Palangkaraya pada Website dengan Metode
Extreme Programming |
Toendan,
Donna Aisya Purba,
Fernata Firdaus Ardeanto,
Robert |
2021 |
Agile
Extreme Programming Development |
|
8 |
Digitalisasi
Proses Bisnis UMKM Fotografi Melalui Aplikasi Berbasis Web Menggunakan Metode
RAD |
Dwinanda,
Vindy Kusuma Ramdani,
Cepi Safitri,
Sisilia Thya |
2022 |
Rapid Application
Development (RAD) |
|
9 |
Penerapan
E-Commerce Menggunakan Metode Extreme Programming Pada Umkm Kabupaten
Muratara |
Sari,
Wisdalia Maya Amran,
Ali Lingga
Wijaya, Harma Oktafia |
2020 |
Agile
Extreme Programming Development |
|
10 |
Perancangan
Sistem Penyimpanan Knowledge Berbasis Web Di Umkm Systone Dengan Metode
Waterfall |
Farid,
F A Kurniawati,
A |
2021 |
SDLC
Waterfall |
|
11 |
Perancangan
Aplikasi Penjualan Untuk UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal |
Syahroni,
Abd Wahab Ustman Ramadhan,
Nilam |
2022 |
SDLC
Waterfall |
|
12 |
Rancang
Bangun Sistem Informasi Pemesanan Kue Kota Pontianak Menggunakan Metode
Waterfall |
Purwaningtias,
Deasy Risdiansyah,
Deni Maulana,
Muhammad Sony Sasongko,
Agung |
2021 |
SDLC
Waterfall |
Tabel
1.
B.
PEMBAHASAN
Dalam
Database System Development Life Cycle terdapat beberapa metode. Beberapa
diantara nya seperti yang tercantum pada tabel 1. Berikut merupakan penjelasan
secara umum dari beberapa metode Database System Development Life Cycle :
1. Structured
Development
Pada structured development terdapat
2 jenis yaitu waterfall development dan parallel development. Tetapi di bawah
ini akan menjelaskan mengenai waterfall development.
1) Waterfall
Development
Metode Waterfall
merupakan metode pengembangan perangkat lunak tertua sebab sifatnya yang
natural. Metode Waterfall merupakan pendekatan SDLC paling awal yang digunakan
untuk pengembangan perangkat lunak. Urutan dalam Metode Waterfall bersifat
serial yang dimulai dari proses perencanaan, analisa, desain, dan implementasi
pada sistem.
Metode ini
dilakukan dengan pendekatan yang sistematis, mulai dari tahap kebutuhan sistem
lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding testing/verification, dan
maintenance. Langkah demi langkah yang dilalui harus diselesaikan satu per satu
(tidak dapat meloncat ke tahap berikutnya) dan berjalan secara berurutan, oleh
karena itu di sebut waterfall (Air Terjun).
Ian Sommerville
(2011) menjelaskan bahwa ada lima tahapan pada Metode Waterfall, yakni
Requirements Analysis and Definition, Sytem and Software Design, Implementation
and Unit Testing, Integration and System Testing, dan Operationa and
Maintenance. Sedangkan menurut Pressman langkah-langkah dalam Metode Waterfall
dimuai dari Requirement, Design, Implementation, Verification, dan Mintenance.
2. Rapid
Application Development (RAD)
RAD adalah sebuah metode pengembangan
software yang diciptakan untuk menekan waktu yang dibutuhkan untuk mendesain
serta mengimplementasikan system informasi sehingga dihasilkan siklus
pengembangan yang sangat pendek (-+ 60 sampai 90 hari). Metode ini sering
dipakai pada aplikasi system konstruksi.
Aliran informasi diantara fungsi-fungsi
bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut:
·
Informasi apa yang
mengendalikan proses bisnis?
·
Informasi apa yang
dimunculkan?
·
Siapa yang
memunculkannya?
·
Kemana informasi itu
pergi?
·
Siapa yang memprosesnya?
·
Data modelling
Aliran
informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase business modelling
disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis
tersebut. Atribut masing-masing objek diidentifikasikan dan hubungan antara
objek-objek tersebut didefinisikan.
3. Prototype
Menurut Ian Sommerville, model
pengembangan prototyping (Evolusioner) berdasarkan pada ide untuk mengembangkan
implementasi awal, memperlihatkannya kepada user untuk dikomentari, dan
memperbaikinya secara bertahap sampai system yang memenuhi persyaratan
diperoleh.
Pengembangan prototyping terbagi dua
:
·
Exploratory programming
Tujuan proses ini adalah bekerja
dengan pelanggan untuk menyelidiki kebutuhan mereka dan mengirimkan system
akhir. Pengebangan dimulai dengan bagian-bagian system yang dipahami. System
berubah dengan adanya tambahan fitur-fitur baru sesuai usulan pelanggan.
·
Throw-away perototyping
Tujuan pengembangan evolusioner
adalah untuk memahami kebutuhan pelanggan dan mendefinisikan kebutuhan yang
lebih baik untuk siste. Prototype berkonsentrasi pada eksperimen, dengan
keutuhan pelanggan yang tidak dipahami dengan baik.
4. Agile
Development
1) Extreme
Programming
Extreme
programming adalah salah satu metodologi dari pendekatan agile software
Development yang berfokus pada coding sebagai aktivitas utama disemua tahap
pada siklus pengembangan yang lebih responsif terhadap kebutuhan customer dan
membangun suatu software dengan kualitas yang lebih baik pula.
Menurut Pratama
(2017, hlm. 93) Extreme Programming (XP) adalah sebuah pendekatan atau model
pengembangan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan
dalam proses pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan
fleksibel.
Sementara itu,
menurut Prabowo (2013, hlm. 2) Extreme programming merupakan sebuah proses
rekayasa perangkat lunak yang cenderung menggunakan pendekatan berorientasi
objek dan sasaran dari metode ini adalah tim yang dibentuk dalam skala kecil
sampai medium serta metode ini juga sesuai jika tim dihadapkan dengan
requirement yang tidak jelas maupun terjadi perubahan-perubahan requirement
yang sangat cepat.
Dapat ditarik
simpulan bahwa metode extreme programming (XP) merupakan metode pengembangan
perangkat lunak yang ringan dan mengimplementasikan agile yang lebih cenderung
menggunakan pendekatan berorientasi objek serta lebih mengedepankan proses
pengembangan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna.
2) SCRUM
Scrum adalah kerangka kerja manajemen
yang digunakan tim untuk melakukan pengaturan secara mandiri dan bekerja menuju
tujuan bersama. Scrum menjelaskan serangkaian pertemuan, alat, dan peran untuk
pelaksanaan proyek secara efisien. Sama seperti tim olahraga yang berlatih
untuk pertandingan besar, praktik Scrum memungkinkan tim untuk melakukan
pengelolaan secara mandiri, belajar dari pengalaman, dan beradaptasi dengan
perubahan. Tim perangkat lunak menggunakan Scrum untuk menyelesaikan masalah
kompleks dengan biaya yang efektif dan berkelanjutan.
C.
KESIMPULAN ANALISA
1. Waterfall
1) Keunggulan
·
Mudah dimengerti,
sehingga baik digunakan oleh pemula
·
Mudah untuk di-manage
karena setiap fase memiliki deliverablesnya masing-masing dan proses review
·
Cepat untuk
diimplementasi untuk proyek dengan skala kecil dimana requirement dapat
dimengerti dengan baik
·
Desain yang sederhana
membuatnya mudah untuk ditesting dan dianalisis
2) Kelemahan
·
Metode ini hanya cocok
untuk proyek dengan requirement yang sudah sangat jelas dengan detail
requirement yang bisa di-deliver diawal
·
Metode ini tidak cocok
untuk proyek maintenance atau proyek jangka panjang
·
Tidak fleksibel: ketika
aplikasi di launch, tidak memungkinkan untuk memodifikasi atau merubah sistem
yang dibuat
·
Tidak bisa membuat
software yang lain sampai seluruh proses waterfall selesai
2. Rapid
Application Development (RAD)
1) Keunggulan
·
Mengurangi risiko karena
identifikasi issue di awal dan feedback client
·
Feedback berkala
meningkatkan transparansi antara tim development dank lien
·
Klien yang dapat melihat
hasil dari prototype diawal akan menghasilkan kualitas produk yang lebih baik
di akhir
·
Perencanaan dan
dokumentasi yang lebih sedikit meningkatkan kecepatan development
2) Kelemahan
·
Mengurangi fitur karena
“time boxing” dimana ketika fitur di dorong kembali ke versi yang lebih baru
untuk menyelesaikan rilis dalam waktu singkat
·
Tidak cocok untuk proyek
dengan budget yang rendah karena biaya modeling dan automated generation code
sangat tinggi
·
Metode ini relatif baru
sehingga cukup berisiko
·
Butuh kerja sama tim yang
tinggi di kantor untuk proses yang sangat cepat bergerak agar bisa sukses.
3. Prototype
1) Keunggulan
·
Dengan metode ini, kita
bisa memberikan klien experience yang lebih awal untuk software yang akan
digunakan dan memperbaiki serta melengkapinya dengan feedback yang diberikan
klien
·
Karena kita telah
mengidentifikasi risiko dan isu yang mungkin terjadi di awal, kita juga dapat
mengurangi risiko kegagalan
·
Komunikasi antara klien
dan tim pengembang yang intens akan memperkuat hubungan antara kedua belah
pihak
2) Kelemahan
·
Prototyping cukup mahal.
Disisi lain, prototyping dapat mengurangi risiko, sehingga kita dapat
meminimalisir potensi budget terbuang di-awal waktu
·
Pelibatan diawal dengan
klien bisa saja menjadi hal yang buruk, mereka mungkin akan terlalu banyak ikut
campur dan meminta banyak perubahan tanpa sepenuhnya memahami proyek secara
keseluruhan
·
Terlalu banyak modifikasi
akan mengganggu workflow dari tim development
4. Extreme
Programming
1) Keunggulan
·
Pelibatan klien dalam
proyek meningkatkan transparansi dan hubungan antara vendor dan klien
·
Frequent checkpoints
dalam metode ini akan membantu developer membuat perencanaan dan jadwal
·
Feedback yang banyak akan
membantu meminimalisir risiko dan meningkatkan improvement
2) Kelemahan
·
Model ini membutuhkan
meeting berkala dimana bisa jadi mahal untuk kedua belah pihak
·
Perubahan yang terlalu
sering bisa mengganggu developer dan cukup tricky untuk mengkalkulasi waktu dan
estimasi harga
·
Biaya untuk merubah
requirement di kemudian hari dalam proyek cukup mahal.
5. SCRUM
1) Keunggulan
·
Meningkatkan kecepatan
dalam proses development dan dapat membawa proyek yang lambat kembali ke track
·
Pengambilan keputusan
sebagian besar berada dalam tangan tim developer. Hal ini membantu mereka untuk
fokus dan meningkatkan motivasi
·
Fleksibel, dimana
memudahkan update dan perubahan berkala
·
Daily meeting membantu
manajer untuk mengukur produktifitas individual. Metode ini juga meningkatkan
kolaborasi dan produktifitas dalam tim
2) Kelemahan
·
Sangat cocok untuk skala
kecil, dan proyek yang cepat berubah. Tidak cocok untuk skala besar
·
Metode ini membutuhkan
orang berpengalaman yang pernah bekerja di proyek yang mirip dengan yang ingin
dikerjakan saat ini.
·
Anggota tim harus
memiliki skills yang banyak sehingga mampu membantu mereka dalam mengerjakan
task diluar dari area spesialisasinya. Beberapa anggota tim, oleh karena itu,
membutuhkan training tambahan
·
Membagi development
produk dalam sprint singkat membutuhkan perencanaan yang matang dan hati-hati.
BAB IV
PENUTUP
Memilih salah satu metode pengembangan
software yang telah dijelaskan sebelumnya membutuhkan waktu untuk riset dan
perencanaan jangka panjang. Mengetahui kekuatan dan kekurangan tim kita, akan
membantu dalam menentukan metode apa yang paling cocok untuk digunakan. Pilih
lah metode yang cocok untuk cara kerja dan kemampuan tim Anda, kemudian
kerucutkan opsi yang ada dengan membandingkan model mana yang paling baik untuk
diberikan kepada klien dalam proyek yang ingin dikerjakan. Umumnya metode
pengembangan software yang paling sering digunakan adalah metode waterfall
ataupun agile.
DAFTAR PUSTAKA
Arief, H. N., & Suwita, J. (2019). Analisa Dan
Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Untuk Kalangan Umkm (Bengkel Motor). Sistem
Informasi STMIK Insan Pembangunan, 1–13.
Dwinanda, V. K., Ramdani, C., & Safitri, S. T. (2022). Digitalisasi
Proses Bisnis UMKM Fotografi Melalui Aplikasi Berbasis Web Menggunakan Metode
RAD. 7(3), 101–110.
Farid, F. A., Kurniawati, A., & ... (2021). Perancangan
Sistem Penyimpanan Knowledge Berbasis Web Di Umkm Systone Dengan Metode
Waterfall. EProceedings …, 8(2), 2423–2433. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/article/download/14651/14428
Luckyardi, S., Saputra, H., Safitri, N., Cahyaningrum, A.,
Septiani, D., & Hidayat, R. (2021). Perancangan Sistem Informasi Penjualan
Busana Muslim Berbasis Web. IJIS - Indonesian Journal On Information System,
6(2), 156–168. https://doi.org/10.36549/ijis.v6i2.165
Prabowo, W. A., & Wiguna, C. (2021). Sistem Informasi
UMKM Bengkel Berbasis Web Menggunakan Metode SCRUM. Jurnal Media Informatika
Budidarma, 5(1), 149. https://doi.org/10.30865/mib.v5i1.2604
Purwaningtias, D., Risdiansyah, D., Maulana, M. S., &
Sasongko, A. (2021). Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan Kue Kota
Pontianak Menggunakan Metode Waterfall. Building of Informatics, Technology
and Science (BITS), 3(3), 405–411.
https://doi.org/10.47065/bits.v3i3.1037
Saputri, W., & Mansur. (2018). Desain Prototype Sistem
Jual Beli Onlime Produk UMKM Bengkalis Berbasis Android. Jurnal Ilmiah Ilmu
Komputer, 4(1), 27–33. https://doi.org/10.35329/jiik.v4i1.49
Sari, W. M., Amran, A., & Lingga Wijaya, H. O. (2020).
Penerapan E-Commerce Menggunakan Metode Extreme Programming Pada Umkm Kabupaten
Muratara. Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas, 5(2),
136–144. https://doi.org/10.32767/jusikom.v5i2.1095
Setiawan, D., & Lutfi. (2018). Analisis dan Perancangan
Sistem Informasi e-Commerce Berbasis Web Pada UMKM Batik Rindani Jambi. Sains
Sosio Humaniora, 2(3), 1–13.
http://dx.doi.org/10.1186/s13662-017-1121-6%0Ahttps://doi.org/10.1007/s41980-018-0101-2%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.cnsns.2018.04.019%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.cam.2017.10.014%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.apm.2011.07.041%0Ahttp://arxiv.org/abs/1502.020
Syahroni, A. W., Ustman, & Ramadhan, N. (2022). Perancangan
Aplikasi Penjualan Untuk UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal. 10(1).
Toendan, D. A., Purba, F. F., & Ardeanto, R. (2021). Implementasi
Google Maps API untuk Data UMKM di Kota Palangkaraya pada Implementasi Google
Maps API untuk Data UMKM di Kota Palangkaraya pada Website dengan Metode
Extreme Programming. September, 0–9.
Yumna Majdina, M., Praptono, I. B., & Dellarosawati, M.
(2020). Perancangan Aplikasi Manajemen Persediaan Gudang Berbasis Website Pada
Umkm Batik Sinuwun Dengan Agile Scrum Development Method Design of Web-Based
Warehouse Management Application in Sinuwun Batik Sme Using Agile Scrum
Development Method. Agustus, 7(2), 5630.
Jessica,
Chrissila. 2021. “Software Development Life Cycle (SDLC): Arti, Cara Kerja,
Penerapan, dan Manfaatnya”, https://glints.com/id/lowongan/sdlc-software-development-life-cycle/#.Y3ul6HZBzDd,
diakses pada 21 November 2022.
Riadi, Muchlisin. 2012. “Teori Basis Data
(Database)”, https://www.kajianpustaka.com/2012/10/teori-basis-data-database.html#:~:text=Basis%20data%20(database)%20adalah%20suatu,bersama%2Dsama%20pada%20suatu%20media,
diakses pada 21 November 2022.
Komentar
Posting Komentar