REVIEW DBMS

 

ANALISA PERANCANGAN DATABASE YANG DIGUNAKAN DALAM PERANCANGAN SISTEM PADA UMKM

 

Disusun Untuk Memenuhi

Tugas Mata Kuliah Database Management System

 

Dosen Pengampu

Budi Jejen Zaenal Abidin, S.T., M. Kom

 

Disusun oleh :

Rizki Iqbal Muladi

21051113

 

 

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

INSTITUT MANAJEMEN WIYATA INDONESIA

2022

                DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI 2

ABSTRAK. 3

BAB I 4

PENDAHULUAN.. 4

BAB II 6

STUDI PUSTAKA. 6

A.     TEORI SISTEM INFORMASI 6

a.      Sistem.. 6

b.      Informasi 6

c.      Konsep Dasar Sistem Informasi 7

B.     TEORI DATABASE. 9

a.      Pengertian Database. 9

b.      Aturan Database. 9

c.      Bagian-bagian Database. 10

d.      Relasi (relationship) Database. 11

C.     TEORI DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS) 13

a.      Peran DBMS  14

b.      Kategori 14

c.      Fungsi DBMS  15

D.     TEORI PEMODELAN DATABASE. 16

a.      Jenis Pemodelan Data. 16

b.      Teknik Pemodelan Data. 18

BAB III 20

PEMBAHASAN.. 20

A.     PENELITIAN TERDAHULU.. 20

B.     PEMBAHASAN.. 22

C.     KESIMPULAN ANALISA. 25

BAB IV. 29

PENUTUP. 29

DAFTAR PUSTAKA. 30

 

ABSTRAK

 

Kebutuhan informasi yang cepat dan akurat pada era modern seperti ini dirasa semakin dibutuhkan oleh setiap instansi baik swasta, pemerintah, perorangan maupun organisasi. Berbagai aspek kehidupan dan kegiatan memerlukan adanya teknologi informasi untuk menunjang kebutuhan. Oleh karena itu teknologi informasi merupakan bagian yang sangat penting yang tidak biasa dipisahkan dengan peradaban dunia ini.  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Dalam hal ini merupakan peluang bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk melakukan pemasaran secara online. Ada beberapa cara dalam merancang sebuah database pada perancangan sistem di dalam UMKM. Pada analisa penelitian kali ini menggunakan metode studi pustaka yang mengambil dari beberapa referensi. Metode perancangan database terdapat beberapa yang digunakan dalam penelitian ini seperti Waterfall development, RAD, prototype, extreme programming dan SCRUM. Memilih salah satu metode pengembangan software yang telah dijelaskan sebelumnya membutuhkan waktu untuk riset dan perencanaan jangka panjang.

 

Kata Kunci : Perancangan database, UMKM, metode perancangan, waterfall, RAD, prototype, 

          extreme programming, SCRUM

 

ABSTRACT

The need for fast and accurate information in this modern era is felt to be increasingly needed by every agency, whether private, government, individuals or organizations. Various aspects of life and activities require the existence of information technology to support their needs. Therefore, information technology is a very important part that is not usually separated from this world's civilization. Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important and strategic role in national economic development. In this case, it is an opportunity for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to do online marketing. There are several ways to design a database on system design in SMEs. In the analysis of this study using the literature study method that took from several references. There are several database design methods used in this research such as Waterfall development, RAD, prototype, extreme programming and SCRUM. Choosing one of the previously described software development methods requires time for research and long-term planning.

Key word : Database design, SMEs, design methods, waterfall, RAD, prototype,

                  extreme programming, SCRUM

 

 

 

                BAB I

                PENDAHULUAN

 

    Perkembangan teknologi informasi saat ini sangatlah tumbuh dengan pesat. Perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan berbagai keuntungan dan kemudahan bagi pengguna. Berbagai aspek kehidupan dan kegiatan memerlukan adanya teknologi informasi untuk menunjang kebutuhan. Oleh karena itu teknologi informasi merupakan bagian yang sangat penting yang tidak biasa dipisahkan dengan peradaban dunia ini. Selain itu tingkat eksplorasi jaringan internet sudah semakin luas dan sudah mulai menjamah hampir seluruh wilayah Indonesia.

   Dalam kondisi seperti ini kemudahan dalam berbagai hal bisa diperoleh dari internet. Dengan adanya internet maka akan muncul berbagai macam gagasan yang mendorong agar pelayanan di internet memberikan nilai lebih dariapa yang biasa didapatkan di dunia nyata. Dalam hal ini merupakan peluang bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk melakukan pemasaran secara online.

  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, UMKM juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. Seringkali jumlah UMKM yang terlalu banyak tidak dapat di jangkau oleh masyarakat, bahkan beberapa masyarakat tidak mengetahui adanya produk yang dihasilkan dari UMKM lokal tersebut, terutama bagi pendatang baru. Dalam kondisi saat ini kegiatan jual beli yang ada pada UMKM masih kurang berkembang, salah satunya dalam hal penjualan produk, banyak UMKM belum menggunakan teknologi dalam hal penjualan produk yang telah mereka hasilkan, baik itu pemanfaatan media sosial maupun aplikasi mobile.

  Transaksi bisnis yang dilakukan masih secara tradisional melalui tatap muka secara langsung atau melalui telepon. Cara seperti ini tidak begitu efektif, karena tidak semua orang mengetahui informasi seperti nomor telepon tempat usaha tersebut. Konsumen selalu ingin sesuatu cara pemesanan atau pembelian yang paling mudah.

  Sebagai karyawan UMKM pelayanan untuk konsumen yang tidak kalah penting adalah ketika terjadi permintaan pelayanan dari konsumen meningkat, karyawan juga sulit untuk membuat wadah untuk menampung kebutuhan konsumen, sehingga antrian panjang bisa terjadi dalam situasi seperti ini. Karena memakan waktu cukup lama untuk menunggu antrian maka konsumen ingin mencari pelayanan yang lebih cepat di tempat lain.

  Hal-hal di atas merupakan beberapa contoh permasalahan yang terjadi pada para pelaku UMKM mau pun konsumen, dan tidak dipungkiri juga bisa mengurangi pendapatan yang diharapkan oleh para pelaku UMKM. Dengan adanya permasalahan seperti di atas, maka penulis ingin membuat wadah pemasaran produk atau jasa oleh para pelaku UMKM. Begitu juga dengan konsumen yang ingin mencari produk atau jasa yang mereka perlukan akan dengan mudah menemukannya dalam wadah tersebut.

  Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan teknologi atau aplikasi sebagai wadah bagi UMKM local dalam mengumpulkan semua produk yang dimiliki dan dapat melakukan transaksi jual beli produk UMKM local dengan memperkenalkan produk khas olahan UMKM sehingga produk dapat dikenal oleh masyarakat secara luas serta dapat membantu pendatang baru dan masyarakat Indonesia dalam melakukan pencarian produk yang diinginkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                BAB II

                STUDI PUSTAKA

 

A.              TEORI SISTEM INFORMASI

a.          Sistem

1.     Pengertian Sistem

Suatu sistem adalah jaringan kerja prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Jogiyanto, 1999:1). Menurut Murdik (2002) bahwa sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kegiatan atau suatu prosedur atau bagian pengolahan yang mencari suatu tujuan-tujuan  bersama dengan mengoperasikan data atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi atau energi atau barang.

 

2.     Sasaran atau Tujuan Sistem

Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran, kalau tidak mempunyai sasaran maka operasi sistem tidak ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila

mengenai sasaran atau tujuannya.

 

b.          Informasi

1.     Pengertian Informasi

  Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang (Kadir, 2003:31 ). Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi ( Jogiyato,1999:8 ).

  Melalui suatu tahapan menjadi informasi penerima kemudian menerima informasi tersebut membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang berarti menghasilkan satu tindakan yang lain akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input diproses kembali lewat suatu model atau tahap seterusnya membentuk satu siklus ( Jogiyanto, 1999:9).

 

c.          Konsep Dasar Sistem Informasi

1.     Pengertian Sistem Informasi

Terdapat beberapa macam pengertian sistem informasi menurut para ahli,

diantaranya yaitu sebagai berikut :

1)     Menurut Hartono (2013:16). Menurut Lippeveld, Sauerborn, dan Bodart (2000:1), sistem informasi adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan, yang bekerja untuk mengumpulkan dan menyimpan data serta mengolahnya menjadi informasi yang digunakan.

2)     Mulyanto Mulyanto (2009:29) Menyatakan, “Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.”

3)     Menurut Sutarman (2012:13), “Sistem informasi adalah sistem yang dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi)”.

4)     Menurut Sutabri (2012:46), Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

  Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik

kesimpulan bahwa “Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari

pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan,

pengendalian dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya”.

2.     Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari lima sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi. Kelima sumber daya tersebut adalah manusia, hardware, software, data, dan jaringan. Kelima komponen tersebut memainkan peranan yang sangat penting dalam suatu sistem informasi. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua sistem informasi mencakup kelima komponen tersebut. Misalnya, sistem informasi pribadi yang tidak mencakup jaringan telekomunikasi. Mulyanto (2009 : 247)

1)     Sumber Daya Manusia

Manusia mengambil peranan yang penting bagi sistem informasi. Manusia

dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir (end user) dan pakar sistem informasi. Pengguna akhir (end user) adalah orang-orang yang

menggunakan informasi yang dihasilkan dari sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa, dosen, dan orang-orang yang berkepentingan dengan informasi dari sistem informasi tersebut. Sedangkan pakar sistem informasi adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi, misalnya sistem analis, developer, operator sistem, dan staf administrasi lainnya.

2)     Sumber Daya Hardware

Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam

pemrosesan informasi. Sumber daya hardware tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti lembaran kertas dan disk magnetik atau optikal.

3)     Sumber Daya Sofware

Sumber daya software adalah semua rangkaian perintah (instruksi) yang

digunakan untuk memproses informasi. Sumber daya software tidak hanya berupa program saja, tetapi juga berupa prosedur. Program merupakan sekumpulan instruksi untuk memproses informasi. Sedangkan prosedur adalah sekumpulan aturan yang digunakan untuk mewujudkan pemrosesan informasi dan mengoperasikan perintah bagi orang-orang yang akan menggunakan informasi.

4)     Sumber Daya Data

Sumber daya data bukan hanya sekedar bahan baku untuk masukan sebuah

sistem informasi, melainkan sebagai dasar membentuk sumber daya organisasi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya data dapat berbentuk teks, gambar, audio atau suara, maupun vidio.

5)     Sumber Daya Jaringan

Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, pemroses komunikasi, dan peralatan lainnya, serta dikendalikan melalui software.

 

3.     Tujuan Sistem Informasi

  Menurut Mustakini (2009:13), Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan

informasi (Information) dari bentuk data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya.

  Tujuan sistem informasi terdiri dari Kegunaan (Usefulness), Ekonomi (Economic), Keandalan (Realibility), Pelayanan Langganan (Customer Service), Kesederhanaan (Simplicity), dan Fleksibilitas (Fleksibility).

 

B.              TEORI DATABASE

a.          Pengertian Database

Basis data (database) adalah suatu kumpulan data yang disusun dalam bentuk tabel-tabel yang saling berkaitan maupun berdiri sendiri dan disimpan secara bersama-sama pada suatu media. Basis data dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan menggunakannya.

b.          Aturan Database

Terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi pada file basis data agar dapat memenuhi kriteria sebagai suatu basis data, yaitu :

1.     Kerangkapan data, yaitu munculnya data-data yang sama secara berulang-ulang pada file basis data,

2.     Inkonsistensi data, yaitu munculnya data yang tidak konsisten pada field yang sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama,

3.     Data terisolasi, disebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data. Program aplikasi tidak dapat mengakses file tertentu dalam sistem basis data tersebut, kecuali program aplikasi dirubah atau ditambah sehingga seolah-olah ada file yang terpisah atau terisolasi terhadap file yang lain,

4.     Keamanan data, berhubungan dengan masalah keamanan data dalam sistem basis data. Pada prinsipnya file basis data hanya boleh digunakan oleh pemakai tertentu yang mempunya wewenang untuk mengakses,

5.     Integrasi data, berhubungan dengan unjuk kerja sistem agar dapat melakukan kendali atau kontrol pada semua bagian sistem sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian penuh.

c.          Bagian-bagian Database

Membangun basis data adalah langkah awal dari pembuatan sebuah aplikasi. Keberhasilan dalam membangun basis data akan menyebabkan program lebih mudah dibaca, mudah dikembangkan dan mudah mengikuti perkembangan perangkat lunak. Berikut ini diuraikan mengenai komponen-komponen yang terdapat dalam basis data.

1.     Tabel

Tabel adalah kumpulan dari suatu field dan record. Dalam hal ini biasanya field ditunjukan dalam bentuk kolom dan record ditunjukan dalam bentuk baris. Biasanya tabel dalam Database berbentuk tabel 2 dimensi yaitu terdiri dari kolom dan baris.

2.     Field

Field adalah sebutan untuk mewakili suatu record. Misalnya seorang pegawai dapat dilihat datanya melalui field yang diberikan padanya seperti nip, nama, alamat, dan lain-lain.

3.     Record

Record adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu isi data secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang misalnya, nomor daftar, nama pendaftar, alamat, tanggal masuk.

4.     Primary Key

Primary key adalah suatu kolom (field) yang menjadi titik acuan pada sebuah tabel, bersifat unik dalam artian tidak ada satu nilai pun yang sama atau kembar dalam tabel tersebut, dan dalam satu tabel hanya boleh ada satu primary key (atribut yang tidak bias di duplikasi). Contoh nya pada mahasiswa yaitu NIM

5.     Foreign Key

Foreign key atau disebut juga kunci relasi adalah suatu kolom dalam tabel yang digunakan sebagai “kaitan” untuk melengkapi satu hubungan yang didapati dari tabel induk, dan biasanya hubungan yang terjalin antar tabel adalah satu ke banyak (one to many). Contoh nya pada mahasiswa yaitu Nama (memungkinkan adanya duplikasi).

6.     Index

Index adalah struktur basis data secara fisik, yang digunakan untuk optimalisasi pemrosesan data dan mempercepat proses pencarian data.

d.          Relasi (relationship) Database

Basis data adalah kumpulan file yang saling berkaitan. Pada model data relasional hubungan antar file direlasikan dengan kunci relasi (relation key), yang merupakan kunci utama dari masing- masing file. Perancangan basis data yang tepat akan menyebabkan paket program relasional akan bekerja secara optimal.

Relasi antara dua file atau dua tabel dapat dikategorikan menjadi tiga macam. Demikian pula untuk membantu gambaran relasi secara lengkap terdapat juga tiga macam relasi dalam hubungan atribute dalam satu file.

1.     One to One

Setiap baris data pada tabel pertama dihubungkan hanya ke satu baris data pada tabel ke dua. Hubungan antara file pertama dan file ke dua adalah satu berbanding satu.

2.     One to Many/Many to One

Relasi yang mana setiap satu baris data pada tabel pertama berhubungan dengan lebih dari satu baris pada tabel kedua.

3.     Many to Many

  Relasi yang mana setiap lebih dari satu baris data dari tabel pertama berhubungan dengan lebih dari satu baris data pada tabel kedua. Artinya, kedua tabel masing-masing dapat mengakses banyak data dari tabel yang direlasikan.

  Relasai Many to Many akan menghasilkan tabel ketiga sebagai perantara tabel kesatu dan tabel kedua sebagai tempat untuk menyimpan foreign key dari masing-masing tabel.

C.              TEORI DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)

 

Setelah kita mengatahui apa pengertian data dan database. Database Management System atau yang dapat di singkat DBMS merupakan software yang mengelola database, mulai dari membuat struktur, memanipulasi, mengubah isinya, menambahkan, mengurangi, mengontrol dan mengatur database.

DBMS dapat digunakan untuk mengakomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. DBMS pun juga dirancang supaya bisa untuk melakukan manipulasi data secara lebih mudah. Sebelum adanya DBMS, data umumnya disimpan dalam bentuk flat file. Flat file merupakan file teks yang ada pada sistem operasi. Hingga saat ini pun masih ada aplikasi yang menyimpan data dalam bentuk flat dengan cara langsung.

  Apakah Microsoft Excel termasuk ke dalam DBMS? Jawabannya adalah tidak. Karena ciri dari DBMS itu sendiri ada bahasa yang di gunakan untuk mengelolanya. MS Excel tidak termasuk meskipun dia bisa digunakan untuk mengolah data tetapi dia tidak masuk ke dalam DBMS, karena dia berdiri sendiri, kita tidak dapat merelasikan tabel-tabel yang ada, meskipun menggunakan LookUp, dsb. Tetapi itu bukan maksud dari merelasikan.

a.          Peran DBMS

1.     Perantara antara pengguna dan database

2.     Memungkinkan data untuk di bagikan

3.     Menyajikan kepada pengguna akhir dengan data yang terintegrasi

4.     Menerima dan menerjemahkan permintaan aplikasi ke dalam pengoperasian yang di perlukan untuk memenuhi permintaan

5.     Menyembunyikan kompleksitas internal database dari program aplikasi dan pengguna

b.          Kategori

1.     Single-user database : hanya untuk 1 pengguna dalam satu waktu

2.     Multiuser database : untuk lebih dari 1 pengguna dalam satu waktu

·       Workgroup database, untuk pengguna dalam jumlah kecil/departments spesifik

·       Enterprise database, untuk banyak pengguna dalam banyak departments

3.     Centralized database : data yang lokasi nya ada dalam situs tunggal

4.     Distributed database : data yang ter distribusi dalam berbagai situs

5.     Operational database : di design/di bangun untuk pengoperasian perusahaan sehari-hari

6.     Analytical database : di design/di bangun untuk meenyimpan data historis yang di gunakan secara ekslusif untuk pengambilan keputusan taktis atau strategis.

7.     XML (Extensible Markup Language)

·       Mewakili elemen data dalam format tekstual

·       Berfokus pada design struktur database yang akan digunakan untuk menyimpan dan mengelola data pengguna akhir (end-user)

·       Database yang di rancang dengan baik (well-design database)

·       Database yang di rancang dengan buruk menyebabkan kesalahan yang sulit di lacak

MS Access bisa digunakan untuk single user, berbeda dengan yang lainnya bisa multiuser. MS Access bisa bekerja secara kelompok, tapi tidak bisa digunakan secara bersamaan. Contohnya : ketika ingin membuka db nya, harus satu persatu membukanya, tidak bisa semua orang membuka secara bersamaan (dapat disebut juga harus bergantian)

SQL server, dapat dipakai ramai-ramai , tetapi secara file lebih sedikit di bandingkan dengan Oracle/Postgres SQL. Jika ingin transaksi banyak, hardisk dalam kapasitas yang besar, lebih baik menggunakan Oracle/Postgres SQL.

c.          Fungsi DBMS

1.     Mampu mengatur hubungan antar data-data

2.     Manajemen penyimpanan data : memastikan kinerja database yang efisien dalam hal penyimpanan dan kecepatan.

3.     Data transformation dan presentation : data yang di transformasikan, bagaimana saat di tampilkan ke user nya sesuai dengan karakter mereka. Contohnya pada penulisan tanggal di Indonesia adalah tanggal-bulan-tahun, tetapi pada penulisan Inggris adalah bulan-tanggal-tahun

4.     Security management : jangan sampai orang yang tidak berhak mendapatkan database nya

5.     Multiuser : database dapat di akses lebih dari 1 orang di manapun dan kapanpun

6.     Backup and recovery management : apabila terjadi adanya kerusakan data, maka di buat lah fungsi ini. Misalnya pada My SQL server backup nya dalam bentuk file, SQL server sama juga dalam bentuk file tetapi dapat membuat data duplikasi secara  otomatis.

7.     Manajemen integritas data : meminimalkan redudansi dan memaksimalkan konsistensi

8.     Bahasa akses basis data dan antarmuka pemrogaman aplikasi

·       Query language : memungkinkan pengguna menentukan apa yang harus dilakukan tanpa menentukan caranya

·       SQL (Structured Query Language) : bahasa query de facto dan standar akses data yang didukung oleh mayoritas vendor DBMS

9.     Antarmuka komunikasi basis data  : menerima permintaan pengguna akhir melalui beberapa lingkungan jaringan yang berbeda.

D.              TEORI PEMODELAN DATABASE

Pemodelan data adalah proses menciptakan representasi visual atau cetak biru yang menentukan pengumpulan informasi dan sistem manajemen berbagai organisasi. Cetak biru atau model data ini membantu berbagai pemangku kepentingan, seperti analis, ilmuwan, dan perekayasa data untuk menciptakan pandangan terpadu mengenai data organisasi. Model tersebut menguraikan data yang dikumpulkan oleh bisnis, hubungan antara berbagai set data, dan metode yang akan digunakan untuk menyimpan serta menganalisis data.

a.          Jenis Pemodelan Data

Pemodelan data biasanya dimulai dengan merepresentasikan data secara konseptual lalu merepresentasikannya kembali dalam konteks teknologi yang dipilih. Analis dan pemangku kepentingan membuat beberapa jenis model data yang berbeda selama tahap desain data. Berikut ini adalah tiga jenis model data utama :

1.     Model data konseptual

Model data konseptual memberikan gambaran besar tentang data. Model data tersebut menjelaskan hal-hal berikut :

1)     Data dalam sistem

2)     Atribut data dan kondisi atau batasan pada data

3)     Aturan bisnis yang terkait dengan data

4)     Cara terbaik mengatur data

5)     Persyaratan keamanan dan integritas data

   Model konseptual berperan sebagai jembatan antara aturan bisnis dan sistem manajemen basis data fisik yang mendasarinya (DBMS). Model data konseptual juga disebut sebagai model domain.

2.     Model data logis

Model data logis memetakan kelas data konseptual ke dalam struktur data teknis. Model data logis memberikan lebih banyak detail tentang konsep data dan hubungan data kompleks yang diidentifikasi dalam model data konseptual, seperti berikut :

1)     Jenis data dari berbagai atribut (misalnya, string atau nomor)

2)     Hubungan antara entitas data

3)     Atribut utama atau bidang kunci dalam data

  Arsitek data dan analis bekerja sama untuk membuat model logis. Mereka mengikuti salah satu sistem pemodelan data formal untuk membuat representasi. Tim yang tangkas kadang mungkin memilih untuk melewati langkah ini dan berpindah dari model konseptual ke model fisik secara langsung. Namun, model ini sangat berguna untuk mendesain basis data yang besar, yang disebut gudang data, dan untuk mendesain sistem pelaporan otomatis.

3.     Model daya fisik

Model data fisik memetakan model data logis ke dalam teknologi DBMS tertentu dan menggunakan terminologi perangkat lunak. Misalnya, model data fisik memberikan detail tentang hal-hal berikut :

1)     Jenis bidang data seperti yang ditunjukkan dalam DBMS

2)     Hubungan data seperti yang ditunjukkan dalam DBMS

3)     Detail tambahan, seperti penyetelan performa

  Perekayasa data membuat model fisik sebelum implementasi desain final. Perekayasa data juga mengikuti teknik pemodelan data formal untuk memastikan bahwa mereka telah mencakup seluruh aspek desain.

 

b.          Teknik Pemodelan Data

Teknik pemodelan data merupakan metode berbeda yang dapat Anda gunakan untuk membuat model data yang berbeda. Pendekatannya telah berevolusi dari waktu ke waktu sebagai hasil dari inovasi konsep basis data dan tata kelola data. Berikut ini adalah tiga jenis pemodelan data utama :

1.     Pemodelan data hierarkis

Di pemodelan data hierarki, Anda dapat merepresentasikan hubungan antara berbagai elemen data dalam format seperti pohon. Model data hierarkis merepresentasikan hubungan satu-ke-banyak, dengan pemetaan kelas data induk atau akar ke beberapa turunan.

2.     Pemodelan data grafik

Pemodelan data hierarkis dari waktu ke waktu telah berevolusi menjadi pemodelan data grafik. Model data grafik merepresentasikan hubungan data yang memperlakukan entitas secara sama. Entitas dapat terhubung satu sama lain dalam hubungan satu-ke-banyak atau banyak-ke-banyak tanpa konsep induk atau turunan.

3.     Pemodelan data relasional

Pemodelan data relasional merupakan pendekatan pemodelan populer yang memvisualisasikan kelas data sebagai tabel. Tabel data yang berbeda digabungkan atau dihubungkan dengan menggunakan kunci yang merepresentasikan hubungan entitas dunia nyata. Anda juga dapat menggunakan teknologi basis data relasional untuk menyimpan data terstruktur, dan model data relasional merupakan metode yang sangat berguna untuk merepresentasikan struktur basis data relasional Anda.

4.     Pemodelan data hubungan entitas

Pemodelan data hubungan entitas (ER) menggunakan diagram formal untuk merepresentasikan hubungan antara entitas dalam basis data. Arsitek data menggunakan beberapa alat pemodelan ER untuk merepresentasikan data.

5.     Pemodelan data berorientasi objek

Pemrograman berorientasi objek menggunakan struktur data yang disebut objek untuk menyimpan data. Objek data ini merupakan abstraksi perangkat lunak entitas dunia nyata. Misalnya, dalam model data berorientasi objek, dealer mobil akan memiliki data objek seperti Pelanggan dengan atribut seperti nama, alamat, dan nomor telepon. Anda akan menyimpan data pelanggan sehingga setiap pelanggan dunia nyata direpresentasikan sebagai objek data pelanggan.

Model data berorientasi objek mengatasi banyak batasan model data relasional dan populer dalam basis data multimedia.

6.     Pemodelan data dimensional

  Komputasi korporasi modern menggunakan teknologi gudang data untuk menyimpan data untuk analitik dalam jumlah besar. Anda dapat menggunakan proyek pemodelan data dimensional untuk penyimpanan dan pengambilan data dari gudang data dengan kecepatan tinggi. Model dimensional menggunakan data duplikasi atau redundan serta memprioritaskan performa daripada penggunaan sedikit ruang untuk penyimpanan data.

  Misalnya, pada model data dimensional, dealer mobil memiliki dimensi seperti Mobil, Showroom, dan Waktu. Dimensi Mobil memiliki atribut seperti nama dan merek, tetapi dimensi Showroom memiliki hierarki seperti negara, kota, nama jalan, dan nama showroom.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                BAB III

                PEMBAHASAN

 

A.              PENELITIAN TERDAHULU

 

NO

JUDUL

PENULIS

TAHUN

METODE YANG DIGUNAKAN

1

Analisis dan Perancangan Sistem Informasi e-Commerce Berbasis Web Pada UMKM Batik Rindani Jambi

Setiawan, Deddy

Lutfi

2018

SDLC Waterfall

2

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Untuk Kalangan Umkm (Bengkel Motor)

Arief, Hanif Nurman

Suwita, Jaka

2019

SDLC Waterfall

3

Desain Prototype Sistem Jual Beli Onlime Produk UMKM Bengkalis Berbasis Android

Saputri, Widya

Mansur

2018

RAD Prototype Development

4

Perancangan Sistem Informasi Penjualan Busana Muslim Berbasis Web

Luckyardi, S

Saputra, H

Safitri, N

Cahyaningrum, A

Septiani, D

Hidayat, R

2021

Pendekatan

berorientasi objek dengan

pengembangan prototype

5

Sistem Informasi UMKM Bengkel Berbasis Web Menggunakan Metode SCRUM

Prabowo, Wahyu Adi

Wiguna, Citra

2021

Agile SCRUM Development

6

Perancangan Aplikasi Manajemen Persediaan Gudang Berbasis Website Pada Umkm Batik Sinuwun Dengan Agile Scrum Development Method Design of Web-Based Warehouse Management Application in Sinuwun Batik Sme Using Agile Scrum Development Method

Yumna Majdina, Muhammad

Praptono, Ir Budi

Dellarosawati, Maria

2020

 Agile SCRUM Development

7

Implementasi Google Maps API untuk Data UMKM di Kota Palangkaraya pada Implementasi Google Maps API untuk Data UMKM di Kota Palangkaraya pada Website dengan Metode Extreme Programming

Toendan, Donna Aisya

Purba, Fernata Firdaus

Ardeanto, Robert

2021

Agile Extreme Programming Development

8

Digitalisasi Proses Bisnis UMKM Fotografi Melalui Aplikasi Berbasis Web Menggunakan Metode RAD

Dwinanda, Vindy Kusuma

Ramdani, Cepi

Safitri, Sisilia Thya

2022

Rapid

Application Development (RAD)

9

Penerapan E-Commerce Menggunakan Metode Extreme Programming Pada Umkm Kabupaten Muratara

Sari, Wisdalia Maya

Amran, Ali

Lingga Wijaya, Harma Oktafia

2020

Agile Extreme Programming Development

10

Perancangan Sistem Penyimpanan Knowledge Berbasis Web Di Umkm Systone Dengan Metode Waterfall

Farid, F A

Kurniawati, A

2021

SDLC Waterfall

11

Perancangan Aplikasi Penjualan Untuk UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal

Syahroni, Abd Wahab

Ustman

Ramadhan, Nilam

2022

SDLC Waterfall

12

Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan Kue Kota Pontianak Menggunakan Metode Waterfall

Purwaningtias, Deasy

Risdiansyah, Deni

Maulana, Muhammad Sony

Sasongko, Agung

2021

SDLC Waterfall

Tabel 1.

B.              PEMBAHASAN

Dalam Database System Development Life Cycle terdapat beberapa metode. Beberapa diantara nya seperti yang tercantum pada tabel 1. Berikut merupakan penjelasan secara umum dari beberapa metode Database System Development Life Cycle :

1.     Structured Development

Pada structured development terdapat 2 jenis yaitu waterfall development dan parallel development. Tetapi di bawah ini akan menjelaskan mengenai waterfall development.

1)     Waterfall Development

Metode Waterfall merupakan metode pengembangan perangkat lunak tertua sebab sifatnya yang natural. Metode Waterfall merupakan pendekatan SDLC paling awal yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak. Urutan dalam Metode Waterfall bersifat serial yang dimulai dari proses perencanaan, analisa, desain, dan implementasi pada sistem.

Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang sistematis, mulai dari tahap kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding testing/verification, dan maintenance. Langkah demi langkah yang dilalui harus diselesaikan satu per satu (tidak dapat meloncat ke tahap berikutnya) dan berjalan secara berurutan, oleh karena itu di sebut waterfall (Air Terjun).

Ian Sommerville (2011) menjelaskan bahwa ada lima tahapan pada Metode Waterfall, yakni Requirements Analysis and Definition, Sytem and Software Design, Implementation and Unit Testing, Integration and System Testing, dan Operationa and Maintenance. Sedangkan menurut Pressman langkah-langkah dalam Metode Waterfall dimuai dari Requirement, Design, Implementation, Verification, dan Mintenance.

2.     Rapid Application Development (RAD)

RAD adalah sebuah metode pengembangan software yang diciptakan untuk menekan waktu yang dibutuhkan untuk mendesain serta mengimplementasikan system informasi sehingga dihasilkan siklus pengembangan yang sangat pendek (-+ 60 sampai 90 hari). Metode ini sering dipakai pada aplikasi system konstruksi.

Aliran informasi diantara fungsi-fungsi bisnis dimodelkan dengan suatu cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

·       Informasi apa yang mengendalikan proses bisnis?

·       Informasi apa yang dimunculkan?

·       Siapa yang memunculkannya?

·       Kemana informasi itu pergi?

·       Siapa yang memprosesnya?

·       Data modelling

Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase business modelling disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut. Atribut masing-masing objek diidentifikasikan dan hubungan antara objek-objek tersebut didefinisikan.

3.     Prototype

Menurut Ian Sommerville, model pengembangan prototyping (Evolusioner) berdasarkan pada ide untuk mengembangkan implementasi awal, memperlihatkannya kepada user untuk dikomentari, dan memperbaikinya secara bertahap sampai system yang memenuhi persyaratan diperoleh.

Pengembangan prototyping terbagi dua :

·       Exploratory programming

Tujuan proses ini adalah bekerja dengan pelanggan untuk menyelidiki kebutuhan mereka dan mengirimkan system akhir. Pengebangan dimulai dengan bagian-bagian system yang dipahami. System berubah dengan adanya tambahan fitur-fitur baru sesuai usulan pelanggan.

·       Throw-away perototyping

Tujuan pengembangan evolusioner adalah untuk memahami kebutuhan pelanggan dan mendefinisikan kebutuhan yang lebih baik untuk siste. Prototype berkonsentrasi pada eksperimen, dengan keutuhan pelanggan yang tidak dipahami dengan baik.

4.     Agile Development

1)     Extreme Programming

Extreme programming adalah salah satu metodologi dari pendekatan agile software Development yang berfokus pada coding sebagai aktivitas utama disemua tahap pada siklus pengembangan yang lebih responsif terhadap kebutuhan customer dan membangun suatu software dengan kualitas yang lebih baik pula.

Menurut Pratama (2017, hlm. 93) Extreme Programming (XP) adalah sebuah pendekatan atau model pengembangan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan dalam proses pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan fleksibel.

Sementara itu, menurut Prabowo (2013, hlm. 2) Extreme programming merupakan sebuah proses rekayasa perangkat lunak yang cenderung menggunakan pendekatan berorientasi objek dan sasaran dari metode ini adalah tim yang dibentuk dalam skala kecil sampai medium serta metode ini juga sesuai jika tim dihadapkan dengan requirement yang tidak jelas maupun terjadi perubahan-perubahan requirement yang sangat cepat.

Dapat ditarik simpulan bahwa metode extreme programming (XP) merupakan metode pengembangan perangkat lunak yang ringan dan mengimplementasikan agile yang lebih cenderung menggunakan pendekatan berorientasi objek serta lebih mengedepankan proses pengembangan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengguna.

2)     SCRUM

Scrum adalah kerangka kerja manajemen yang digunakan tim untuk melakukan pengaturan secara mandiri dan bekerja menuju tujuan bersama. Scrum menjelaskan serangkaian pertemuan, alat, dan peran untuk pelaksanaan proyek secara efisien. Sama seperti tim olahraga yang berlatih untuk pertandingan besar, praktik Scrum memungkinkan tim untuk melakukan pengelolaan secara mandiri, belajar dari pengalaman, dan beradaptasi dengan perubahan. Tim perangkat lunak menggunakan Scrum untuk menyelesaikan masalah kompleks dengan biaya yang efektif dan berkelanjutan.

 

C.              KESIMPULAN ANALISA

1.     Waterfall

1)     Keunggulan

·       Mudah dimengerti, sehingga baik digunakan oleh pemula

·       Mudah untuk di-manage karena setiap fase memiliki deliverablesnya masing-masing dan proses review

·       Cepat untuk diimplementasi untuk proyek dengan skala kecil dimana requirement dapat dimengerti dengan baik

·       Desain yang sederhana membuatnya mudah untuk ditesting dan dianalisis

2)     Kelemahan

·       Metode ini hanya cocok untuk proyek dengan requirement yang sudah sangat jelas dengan detail requirement yang bisa di-deliver diawal

·       Metode ini tidak cocok untuk proyek maintenance atau proyek jangka panjang

·       Tidak fleksibel: ketika aplikasi di launch, tidak memungkinkan untuk memodifikasi atau merubah sistem yang dibuat

·       Tidak bisa membuat software yang lain sampai seluruh proses waterfall selesai

2.     Rapid Application Development (RAD)

1)     Keunggulan

·       Mengurangi risiko karena identifikasi issue di awal dan feedback client

·       Feedback berkala meningkatkan transparansi antara tim development dank lien

·       Klien yang dapat melihat hasil dari prototype diawal akan menghasilkan kualitas produk yang lebih baik di akhir

·       Perencanaan dan dokumentasi yang lebih sedikit meningkatkan kecepatan development

2)     Kelemahan

·       Mengurangi fitur karena “time boxing” dimana ketika fitur di dorong kembali ke versi yang lebih baru untuk menyelesaikan rilis dalam waktu singkat

·       Tidak cocok untuk proyek dengan budget yang rendah karena biaya modeling dan automated generation code sangat tinggi

·       Metode ini relatif baru sehingga cukup berisiko

·       Butuh kerja sama tim yang tinggi di kantor untuk proses yang sangat cepat bergerak agar bisa sukses.

3.     Prototype

1)     Keunggulan

·       Dengan metode ini, kita bisa memberikan klien experience yang lebih awal untuk software yang akan digunakan dan memperbaiki serta melengkapinya dengan feedback yang diberikan klien

·       Karena kita telah mengidentifikasi risiko dan isu yang mungkin terjadi di awal, kita juga dapat mengurangi risiko kegagalan

·       Komunikasi antara klien dan tim pengembang yang intens akan memperkuat hubungan antara kedua belah pihak

2)     Kelemahan

·       Prototyping cukup mahal. Disisi lain, prototyping dapat mengurangi risiko, sehingga kita dapat meminimalisir potensi budget terbuang di-awal waktu

·       Pelibatan diawal dengan klien bisa saja menjadi hal yang buruk, mereka mungkin akan terlalu banyak ikut campur dan meminta banyak perubahan tanpa sepenuhnya memahami proyek secara keseluruhan

·       Terlalu banyak modifikasi akan mengganggu workflow dari tim development

4.     Extreme Programming

1)     Keunggulan

·       Pelibatan klien dalam proyek meningkatkan transparansi dan hubungan antara vendor dan klien

·       Frequent checkpoints dalam metode ini akan membantu developer membuat perencanaan dan jadwal

·       Feedback yang banyak akan membantu meminimalisir risiko dan meningkatkan improvement

2)     Kelemahan

·       Model ini membutuhkan meeting berkala dimana bisa jadi mahal untuk kedua belah pihak

·       Perubahan yang terlalu sering bisa mengganggu developer dan cukup tricky untuk mengkalkulasi waktu dan estimasi harga

·       Biaya untuk merubah requirement di kemudian hari dalam proyek cukup mahal.

5.     SCRUM

1)     Keunggulan

·       Meningkatkan kecepatan dalam proses development dan dapat membawa proyek yang lambat kembali ke track

·       Pengambilan keputusan sebagian besar berada dalam tangan tim developer. Hal ini membantu mereka untuk fokus dan meningkatkan motivasi

·       Fleksibel, dimana memudahkan update dan perubahan berkala

·       Daily meeting membantu manajer untuk mengukur produktifitas individual. Metode ini juga meningkatkan kolaborasi dan produktifitas dalam tim

2)     Kelemahan

·       Sangat cocok untuk skala kecil, dan proyek yang cepat berubah. Tidak cocok untuk skala besar

·       Metode ini membutuhkan orang berpengalaman yang pernah bekerja di proyek yang mirip dengan yang ingin dikerjakan saat ini.

·       Anggota tim harus memiliki skills yang banyak sehingga mampu membantu mereka dalam mengerjakan task diluar dari area spesialisasinya. Beberapa anggota tim, oleh karena itu, membutuhkan training tambahan

·       Membagi development produk dalam sprint singkat membutuhkan perencanaan yang matang dan hati-hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                BAB IV

                PENUTUP

 

Memilih salah satu metode pengembangan software yang telah dijelaskan sebelumnya membutuhkan waktu untuk riset dan perencanaan jangka panjang. Mengetahui kekuatan dan kekurangan tim kita, akan membantu dalam menentukan metode apa yang paling cocok untuk digunakan. Pilih lah metode yang cocok untuk cara kerja dan kemampuan tim Anda, kemudian kerucutkan opsi yang ada dengan membandingkan model mana yang paling baik untuk diberikan kepada klien dalam proyek yang ingin dikerjakan. Umumnya metode pengembangan software yang paling sering digunakan adalah metode waterfall ataupun agile.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                DAFTAR PUSTAKA

 

Arief, H. N., & Suwita, J. (2019). Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi E-Commerce Untuk Kalangan Umkm (Bengkel Motor). Sistem Informasi STMIK Insan Pembangunan, 1–13.

Dwinanda, V. K., Ramdani, C., & Safitri, S. T. (2022). Digitalisasi Proses Bisnis UMKM Fotografi Melalui Aplikasi Berbasis Web Menggunakan Metode RAD. 7(3), 101–110.

Farid, F. A., Kurniawati, A., & ... (2021). Perancangan Sistem Penyimpanan Knowledge Berbasis Web Di Umkm Systone Dengan Metode Waterfall. EProceedings …, 8(2), 2423–2433. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/article/download/14651/14428

Luckyardi, S., Saputra, H., Safitri, N., Cahyaningrum, A., Septiani, D., & Hidayat, R. (2021). Perancangan Sistem Informasi Penjualan Busana Muslim Berbasis Web. IJIS - Indonesian Journal On Information System, 6(2), 156–168. https://doi.org/10.36549/ijis.v6i2.165

Prabowo, W. A., & Wiguna, C. (2021). Sistem Informasi UMKM Bengkel Berbasis Web Menggunakan Metode SCRUM. Jurnal Media Informatika Budidarma, 5(1), 149. https://doi.org/10.30865/mib.v5i1.2604

Purwaningtias, D., Risdiansyah, D., Maulana, M. S., & Sasongko, A. (2021). Rancang Bangun Sistem Informasi Pemesanan Kue Kota Pontianak Menggunakan Metode Waterfall. Building of Informatics, Technology and Science (BITS), 3(3), 405–411. https://doi.org/10.47065/bits.v3i3.1037

Saputri, W., & Mansur. (2018). Desain Prototype Sistem Jual Beli Onlime Produk UMKM Bengkalis Berbasis Android. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 4(1), 27–33. https://doi.org/10.35329/jiik.v4i1.49

Sari, W. M., Amran, A., & Lingga Wijaya, H. O. (2020). Penerapan E-Commerce Menggunakan Metode Extreme Programming Pada Umkm Kabupaten Muratara. Jusikom : Jurnal Sistem Komputer Musirawas, 5(2), 136–144. https://doi.org/10.32767/jusikom.v5i2.1095

Setiawan, D., & Lutfi. (2018). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi e-Commerce Berbasis Web Pada UMKM Batik Rindani Jambi. Sains Sosio Humaniora, 2(3), 1–13. http://dx.doi.org/10.1186/s13662-017-1121-6%0Ahttps://doi.org/10.1007/s41980-018-0101-2%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.cnsns.2018.04.019%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.cam.2017.10.014%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.apm.2011.07.041%0Ahttp://arxiv.org/abs/1502.020

Syahroni, A. W., Ustman, & Ramadhan, N. (2022). Perancangan Aplikasi Penjualan Untuk UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal. 10(1).

Toendan, D. A., Purba, F. F., & Ardeanto, R. (2021). Implementasi Google Maps API untuk Data UMKM di Kota Palangkaraya pada Implementasi Google Maps API untuk Data UMKM di Kota Palangkaraya pada Website dengan Metode Extreme Programming. September, 0–9.

Yumna Majdina, M., Praptono, I. B., & Dellarosawati, M. (2020). Perancangan Aplikasi Manajemen Persediaan Gudang Berbasis Website Pada Umkm Batik Sinuwun Dengan Agile Scrum Development Method Design of Web-Based Warehouse Management Application in Sinuwun Batik Sme Using Agile Scrum Development Method. Agustus, 7(2), 5630.

Jessica, Chrissila. 2021. “Software Development Life Cycle (SDLC): Arti, Cara Kerja, Penerapan, dan Manfaatnya”, https://glints.com/id/lowongan/sdlc-software-development-life-cycle/#.Y3ul6HZBzDd, diakses pada 21 November 2022.

Riadi, Muchlisin. 2012. “Teori Basis Data (Database)”, https://www.kajianpustaka.com/2012/10/teori-basis-data-database.html#:~:text=Basis%20data%20(database)%20adalah%20suatu,bersama%2Dsama%20pada%20suatu%20media, diakses pada 21 November 2022.

 

Komentar